(1) Operator harus mendapat pelatihan dan bimbingan dari pabrikan untuk memahami struktur dan kinerja mesin bor, serta memperoleh pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan sebelum mengoperasikan mesin. Petunjuk pemeliharaan dan perbaikan produk yang diberikan oleh produsen merupakan informasi penting bagi operator untuk mengoperasikan peralatan. Sebelum mengoperasikan mesin, pastikan untuk membaca manual perawatan dan mengikutinya untuk pengoperasian dan pemeliharaan.
(2) Memperhatikan beban kerja pada waktu istirahat. Beban kerja selama masa istirahat tidak boleh melebihi 80% dari beban kerja pengenal. Selain itu, tindakan yang tepat harus diambil untuk mencegah panas berlebih yang disebabkan oleh pengoperasian terus-menerus dalam jangka panjang.

(3) Perhatian harus diberikan pada instruksi masing-masing perangkat. Jika terjadi pengecualian, harap hentikan dan segera hapus. Jika penyebabnya tidak ditemukan, pengoperasian harus dihentikan sebelum kesalahan teratasi.
(4) Perhatikan posisi dan kualitas oli pelumas, oli hidrolik, cairan pendingin, minyak rem, dan bahan bakar (air), serta periksa penyegelan mesin. Selama proses pemeriksaan ditemukan minyak dan air berlebih, dan penyebabnya perlu dianalisis. Pada saat yang sama, perlu untuk memperkuat pelumasan pada setiap titik pelumasan. Direkomendasikan untuk memenuhi titik pelumasan setiap shift selama jeda waktu (kecuali untuk persyaratan khusus).
(5) Jaga kebersihan mesin, sesuaikan bagian yang longgar tepat waktu, dan cegah keausan dan kehilangan komponen.
(6) Pada akhir masa pengoperasian, mesin perlu dirawat secara paksa, diperiksa dan disetel, serta diganti oli.











